Data Center di Batam Wajib Bangun SWRO Mandiri, Amsakar: Jangan Ganggu Suplai Air Warga

terkini

Iklan

Data Center di Batam Wajib Bangun SWRO Mandiri, Amsakar: Jangan Ganggu Suplai Air Warga

Expossidiknews.com
17 September, 2026, 16.48 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-09-30T08:48:41Z
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Dok/Expossidiknews)

BATAM | ESNews – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong setiap pengembangan pusat data atau data center di Batam membangun instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan air operasionalnya.

Kebijakan tersebut ditegaskan Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, untuk memastikan pertumbuhan investasi industri data center tidak mengganggu ketersediaan air baku yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Amsakar mengatakan kebutuhan air dalam jumlah besar untuk operasional data center harus diimbangi dengan pembangunan sumber air alternatif. Salah satunya melalui teknologi desalinasi air laut atau SWRO.

“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” kata Amsakar di Batam Centre, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, pembangunan SWRO akan dikembangkan di kawasan industri data center, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan Kabil.

Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kapasitas produksi air melalui SWRO diproyeksikan mencapai sekitar 750 liter per detik pada tahap awal dan meningkat hingga sekitar 1.000 liter per detik pada tahap berikutnya.

Rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan sekitar 10 data center di Batam. Saat ini, satu data center telah beroperasi dan disebut telah menyambut baik kebijakan pembangunan sumber air mandiri tersebut. Pengembangan serupa juga akan diikuti sejumlah data center lainnya.

Amsakar menegaskan kebutuhan air industri tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada sumber air baku dari waduk yang juga menjadi penopang kebutuhan masyarakat Batam.

“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan,” ujarnya.
Berpotensi Dipasok ke Masyarakat

Selain untuk memenuhi kebutuhan operasional industri, keberadaan SWRO juga membuka peluang penambahan sumber air bersih bagi masyarakat.

Jika produksi air hasil desalinasi nantinya melebihi kebutuhan data center, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Namun, pemanfaatan tersebut tetap harus mempertimbangkan kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan serta kesiapan jaringan distribusi.

“Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” kata Amsakar.

BP Batam menilai pengembangan data center merupakan salah satu sektor yang berpotensi memperkuat struktur ekonomi Batam. Selain investasi langsung, keberadaannya diharapkan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, tenaga kerja profesional dan berbagai industri pendukung.

Dengan pembangunan sumber air mandiri, pengembangan data center diharapkan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan air untuk kebutuhan masyarakat Batam. (Esn)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Data Center di Batam Wajib Bangun SWRO Mandiri, Amsakar: Jangan Ganggu Suplai Air Warga

Terkini

Iklan