Rempang Eco-City Terus Bergerak, 242 KK Kini Menempati Hunian Baru

terkini

Iklan

Rempang Eco-City Terus Bergerak, 242 KK Kini Menempati Hunian Baru

Expossidiknews.com
13 Mei, 2026, 10.08 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-05-18T03:13:39Z
Petugas Ditpam BP Batam fasilitasi perpindahan warga ke hunian baru di Tanjung Banon, Rempang, Kota Batam. (Foto: Humas BP Batam)


BATAM I ESNews -
Proses pergeseran warga terdampak pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Eco-City terus berjalan secara bertahap. Di tengah dinamika pembangunan proyek strategis nasional tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali memfasilitasi perpindahan belasan kepala keluarga menuju hunian baru yang telah disiapkan.

Sejak awal Mei 2026, sebanyak 11 Kepala Keluarga (KK) atau 31 jiwa resmi menempati lingkungan baru di kawasan hunian Rempang Eco-City. Pergeseran dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 3 KK pada 5 Mei 2026, disusul 4 KK pada 11 Mei, dan kembali 4 KK sehari setelahnya.

Dengan tambahan tersebut, total warga yang telah menetap di kawasan hunian baru kini mencapai 242 KK atau 842 jiwa.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa proses perpindahan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan Rempang melalui pendekatan transmigrasi lokal yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi.

Menurutnya, proses relokasi tidak semata soal perpindahan tempat tinggal, tetapi juga upaya membangun kehidupan baru yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki peluang ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap, kawasan Rempang Eco-City dapat menjadi lingkungan baru yang lebih nyaman dan produktif bagi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi generasi mendatang,” ujar Ariastuty.

Perempuan yang akrab disapa Tuty itu memastikan seluruh proses berjalan dengan pendekatan yang tertib, aman, dan mengedepankan sisi humanis. Pendampingan terhadap warga, kata dia, terus dilakukan agar proses adaptasi di lingkungan baru dapat berjalan baik.

Tak hanya itu, BP Batam juga memastikan setiap warga yang bergeser memperoleh hak sesuai ketentuan, termasuk rumah layak huni serta dukungan selama masa penyesuaian di tempat tinggal baru.

Di balik proses perpindahan tersebut, pemerintah juga menaruh harapan besar terhadap masa depan kawasan Rempang. Kehadiran investasi melalui pengembangan Rempang Eco-City diyakini dapat menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

“Dengan investasi di Rempang, kami ingin industri yang hadir mampu menyerap tenaga kerja lokal. Sehingga taraf ekonomi masyarakat juga ikut bertumbuh dengan hadirnya investasi di kampung mereka,” pesan Tuty.

Bagi BP Batam, pembangunan Rempang bukan hanya soal infrastruktur dan investasi, tetapi juga tentang memastikan masyarakat setempat ikut tumbuh dan merasakan manfaat dari perubahan yang sedang berlangsung.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rempang Eco-City Terus Bergerak, 242 KK Kini Menempati Hunian Baru

Terkini

Iklan