Investasi Batam Capai Rp38,97 Triliun, BP Batam Bidik Pertumbuhan Ekonomi

terkini

Iklan

Investasi Batam Capai Rp38,97 Triliun, BP Batam Bidik Pertumbuhan Ekonomi

Expossidiknews.com
31 Agustus, 2026, 17.22 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-09-09T04:27:33Z
Kepala BP Batam Amsakar Achmad. (Ist)

BATAM | ESNews – Kinerja investasi Batam menunjukkan tren positif sepanjang Semester I 2026. Di bawah kepemimpinan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, Amsakar Achmad–Li Claudia Chandra, berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat iklim investasi melalui kepastian regulasi, percepatan pelayanan, serta penataan dan pengembangan kawasan.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Semester I 2026 tercatat sebesar Rp29,89 triliun dari target Rp70 triliun. Angka tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.

Sementara berdasarkan metode bottom up, BP Batam mencatat realisasi investasi mencapai Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target Rp70 triliun.

Dari sisi asal investasi, Singapura masih menjadi investor dominan di Batam pada Triwulan II 2026. Posisi berikutnya ditempati Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, dan Malaysia.

Komposisi tersebut menunjukkan Batam masih memiliki daya tarik bagi investor dari negara-negara yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan rantai pasok kawasan Asia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, peningkatan investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan.

“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kepastian dalam berusaha. Oleh karena itu, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi yang terus kami lakukan agar investor merasa aman dan nyaman mengembangkan usahanya di Batam,” ujar Amsakar, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, transformasi layanan juga diperkuat dengan kebijakan yang menempatkan BP Batam sebagai single-window regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Selain pelayanan, BP Batam terus memperkuat ekosistem industri melalui pengembangan sektor manufaktur, logistik internasional, industri digital dan kreatif, serta industri ringan nonkimia.

“Fokus kami tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Artinya, investasi yang hadir harus mampu memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi, dan memberikan nilai tambah bagi Batam,” jelasnya.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan, investasi yang masuk harus memberikan manfaat lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.

Ia berharap transformasi layanan investasi yang terus dilakukan dapat mendorong kinerja ekonomi Batam semakin kuat sepanjang 2026 sekaligus memperkokoh posisi Batam sebagai kawasan yang produktif, tertata, dan kompetitif.

“Kami menyadari bahwa membangun Batam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat. Mari kita bahu membahu agar perekonomian di Batam bisa tumbuh lebih baik,” pungkasnya. (DN)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Investasi Batam Capai Rp38,97 Triliun, BP Batam Bidik Pertumbuhan Ekonomi

Terkini

Iklan