Jejak BBM Solar dari Tengah Laut Hingga Pelabuhan Tikus Sambau, Siap Edar ke Industri?

terkini

Iklan

Jejak BBM Solar dari Tengah Laut Hingga Pelabuhan Tikus Sambau, Siap Edar ke Industri?

Expossidiknews.com
12 September, 2026, 16.33 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-09-12T09:33:36Z
Mobil tanki solar ukuran 10 Ton usai keluar dari pelabuhan Tikus Wilayah Sambau, Nongsa, Kota Batam, Sabtu (11/9/2026). (Foto: Expossidiknews)

BATAM | ESNews - Aktivitas pemindahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar melalui skema ship to ship (STS) di perairan Batam kembali menjadi sorotan.

Informasi yang diterima redaksi mengungkap dugaan adanya pola pemindahan BBM solar dari kapal ke kapal yang kemudian berlanjut hingga penyedotan langsung ke mobil Tanki di pelabuhan tikus wilayah Sambau, Nongsa, Batam.

Menurut keterangan salah satu warga mengatakan, mobil Tanki minyak kerap keluar masuk ke pelabuhan tersebut. “Kalau mobil Tanki memang sering keluar masuk ke pelabuhan pak Jerry. Itu sudah lama,” ujar pria paruh baya di jalan pintu masuk pelabuhan, Sabtu (12/9/2026) siang.

“Tadi ada mobil Tanki baru masuk ke lokasi. Biasanya mereka ambil solar dari kapal yang sedang sandar di Pelabuhan,” tambahnya.

Benar saja, selang beberapa waktu kemudian, tampak 1 unit mobil Tanki ukuran 10 Ton keluar dari lokasi Pelabuhan. Mobil Tanki corak Biru Putih Polos bernopol BP 8607 YG melaju perlahan meninggalkan lokasi Pelabuhan.

Informasi yang dihimpun, Aktivitas pemindahan BBM Solar di Pelabuhan tersebut memiliki pola modus yang dimulai dari aktivitas alih muat solar di tengah laut secara shio to shio (STS).

Kapal tanker atau tugboat disebut melakukan transaksi STS ke kapal kayu di lokasi yang tidak tercatat secara resmi, sehingga aktivitas tersebut diduga sulit terpantau.

Muatan Solar yang sudah ditampung kapal Kayu kemudian dibawa menuju pelabuhan. Setelah kapal bersandar, di tepi pelabuhan tersebut, sebuah mobil tangki BP 8607 YG berkapasitas sekitar 10 ton disebut telah menunggu.

Proses pemindahan BBM diduga dilakukan menggunakan pompa portabel dan selang berukuran panjang yang menghubungkan lambung kapal dengan tangki kendaraan.

Dari titik ini, alur distribusi diduga berlanjut menuju gudang atau pool penampungan. Solar tersebut diduga dapat dioplos atau pangan disalurkan ke sektor industri dengan harga nonsubsidi.

Jika informasi tersebut benar, pola ini bukan sekadar persoalan aktivitas bongkar muat biasa. Ada sejumlah pertanyaan serius yang perlu dijawab: dari mana asal solar tersebut, apakah memiliki dokumen resmi, apakah merupakan BBM subsidi, serta siapa yang mengendalikan rantai distribusinya?

Aktivitas STS dan pemindahan BBM dari kapal ke kendaraan juga semestinya dapat ditelusuri dari aspek perizinan, dokumen muatan, pengawasan pelabuhan hingga tujuan akhir distribusi.

Redaksi masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak Ditreskrimsus Polda Kepri, KSOP Batam dan instansi lainnya yang memiliki kewenangan dalam pengawasan distribusi BBM. (WL)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jejak BBM Solar dari Tengah Laut Hingga Pelabuhan Tikus Sambau, Siap Edar ke Industri?

Terkini

Iklan