![]() |
| Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi Eddy. (Foto: Dok/expossidiknews) |
BATAM | ESNews – Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi Eddy, menyampaikan pernyataan resmi terkait peristiwa pertikaian berdarah di area Setokok, Jembatan 2 Barelang, Batam, Kepri.
Junaidi menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah penegakan hukum yang dilakukan Polda Kepri dan Polresta Barelang.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk menindak setiap pihak yang terlibat seadil-adilnya sesuai aturan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu,” ujar Junaidi, Sabtu 19 September 2026.
Ia juga menuntut pertanggungjawaban penuh dari PT MIG Perkasa Industri. Menurutnya, perusahaan wajib menanggung seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban luka serta memberikan santunan yang layak kepada keluarga korban meninggal dunia.
Terkait korban meninggal dunia yakni, Edi Palue, Junaidi mengaku telah berkunjung langsung ke rumah duka.
Dalam pertemuan itu, keluarga almarhum memohon bantuan agar mendapat tanggung jawab yang layak dari perusahaan.
“Merespons permohonan tersebut, saya telah menyerahkan bantuan dana santunan dan sembako kepada keluarga almarhum. Saat ini saya juga sedang mengupayakan bantuan biaya pendidikan bagi anak-anak almarhum agar masa depan mereka tetap terjamin,” katanya.
Lebih lanjut, Junaidi menegaskan peristiwa di Setokok bukan isu SARA maupun kesukuan, melainkan murni pertikaian antar dua kelompok.
Junaidi mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak terpancing provokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus tersebut kepada pihak berwajib.
" Peristiwa serupa diharapkan tidak terulang kembali dan kondusivitas Kota Batam serta Kepulauan Riau tetap terjaga," pungkasnya. (WL)





