Dugaan Keracunan MBG di Jaktim, 72 Siswa Dirawat di 3 Rumah Sakit

terkini

Iklan

Dugaan Keracunan MBG di Jaktim, 72 Siswa Dirawat di 3 Rumah Sakit

06 April, 2026, 14.49 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-04-06T07:49:40Z

Dugaan keracunan karena makanan MBG di Jakarta Timur.

BATAM | ESNews - Peristiwa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi.

Viral di media sosial ruangan salah satu rumah sakit penuh dengan anak-anak sekolah yang terbaring maupun menggunakan kursi roda dengan infus di tangan.

Kejadian keracunan tersebut terungkap terjadi di sekolah penerima manfaat wilayah Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga bertanggung jawab untuk kasus keracunan tersebut adalah SPPG Pondok Kelapa 2 untuk pengiriman menu pada Kamis, 2 April 2026.

72 anak di Rumah Sakit

Kasus keracunan tersebut terjadi kepada siswa penerima manfaat SPPG Pondok Kelapa 2, yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

AKibat kejadian tersebut, setidaknya ada 72 siswa yang dirawat di 3 rumah sakit, yaitu di RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut bahwa ada sebagian anak yang sudah diizinkan untuk pulang karena tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit.

Siswa Alami Gejala Mual dan Pusing

Kasus keracunan ini muncul saat para siswa mulai merasakan beberapa gejala setelah menyantap menu MBG pada hari Kamis lalu.

“Gejala yang dialami umumnya meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Namun, saat ini kondisi para pasien relatif stabil,” ucap Pramono dalam keterangannya usai menjenguk para siswa di RSKD Duren Sawit pada Sabtu, 4 April 2026.

“Kami berharap proses pemulihan dapat berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas,” lanjutnya.

Makanan yang diduga jadi penyebab keracunan adalah menu spageti pada hari tersebut, tapi pemeriksaan oleh laboratorium tetap dilakukan.

“Saya lihat sebagian besar yang korban terdampak, memang diduga dari makanan spageti-nya. Diduga ya, tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium atau pihak yang bertanggung jawab yang akan menyampaikan secara terbuka,” imbunya.

Menurutnya, penyebab pastinya masih harus menunggu hasil resmi dari laboratorium.

Sementara itu, pada hari Kamis, menu MBG yang dibagikan adalah mix vegetables, scramble egg tofu, stroberi, bolognese sauce, bakso 3 butir, dan spageti.

Biaya Perawatan Ditanggung BGN

Adapun mengenai beban biaya perawatan korban keracunan MBG ini akan ditanggung oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” ungkap Pramono.

“Re-covery mudah-mudahan satu sampai dua hari semuanya sudah selesai,” tambahnya.

Operasional SPPG Pondok Kelapa 2 Dihentikan

Atas kejadian keracunan ini, operasional SPPG Pondok Kelapa 2 dihentikan untuk sementara dan akan dilakukan evaluasi.

Meski SPPG terkait sedang berhenti, BGN tetap memberikan alternatif SPPG lainnya agar pembagian MBG di sekolah penerima manfaat tetap berjalan seperti biasa.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dugaan Keracunan MBG di Jaktim, 72 Siswa Dirawat di 3 Rumah Sakit

Terkini

Iklan