Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Amsakar-Li Claudia Prioritaskan Infrastruktur dan Penanganan Banjir

terkini

Iklan

Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Amsakar-Li Claudia Prioritaskan Infrastruktur dan Penanganan Banjir

Expossidiknews.com
10 Juni, 2026, 19.03 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-06-12T07:01:19Z
 Kepala BP Batam Amsakar Achmad cek pembangunan infrastruktur di sejumlah titik di Kota Batam. (Foto: Dok BP Batam)

BATAM I ESNews - Pertumbuhan investasi dan ekonomi Kota Batam terus menunjukkan tren positif. Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan investasi, tetapi juga memperkuat pembangunan infrastruktur dasar serta penanganan titik-titik banjir yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah.

Data ekonomi menunjukkan pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang 2025 mencapai 6,76 persen. Sementara itu, realisasi investasi sepanjang tahun yang sama mencapai Rp69,3 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun.

Tren positif tersebut berlanjut pada Triwulan I 2026. Realisasi investasi Batam tercatat mencapai sekitar Rp17,4 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadikan Batam sebagai kontributor terbesar investasi di Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa setiap program pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan Batam sebagai kota modern yang berdaya saing.

"Setiap progres pembangunan harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami ingin memastikan seluruh program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga dan mendukung pertumbuhan Batam sebagai kota madani yang modern," ujar Amsakar.

Menurutnya, tingginya realisasi investasi ditopang oleh sejumlah sektor strategis seperti industri elektronik dan semikonduktor, peralatan listrik, logistik dan pergudangan, manufaktur berorientasi ekspor, galangan kapal dan maritim, industri kimia, hingga pengembangan kawasan industri dan jasa modern.

Masuknya investasi ke berbagai sektor tersebut dinilai turut membuka lapangan kerja baru dan memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

"Masuknya investasi ke berbagai sektor tersebut ikut menciptakan lapangan kerja baru yang kami harapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi daerah, serta meningkatkan posisi Batam sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan paling kompetitif di Indonesia," tambahnya.

Meski demikian, Amsakar menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh infrastruktur yang memadai. Karena itu, pemerintah terus memprioritaskan penataan jalan, peningkatan sistem drainase, penguatan jaringan utilitas, serta penanganan kawasan rawan banjir.

Berbagai langkah telah dilakukan melalui identifikasi titik genangan, evaluasi sistem drainase, peningkatan kapasitas saluran air, hingga penguatan koordinasi lintas instansi dalam penyelesaian persoalan infrastruktur perkotaan.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pembangunan Batam harus berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Batam diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pusat investasi nasional, tetapi juga menjadi kota yang semakin nyaman untuk ditinggali, bekerja, dan berusaha," kata Li Claudia. (WL)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Amsakar-Li Claudia Prioritaskan Infrastruktur dan Penanganan Banjir

Terkini

Iklan