29 Titik Banjir Batam Ditangani, Li Claudia Kembali Turun Cek Drainase

terkini

Iklan

29 Titik Banjir Batam Ditangani, Li Claudia Kembali Turun Cek Drainase

Expossidiknews.com
27 Agustus, 2026, 18.34 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-09-09T04:15:16Z

 

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra turun langsung meninjau sejumlah infrastruktur pada Selasa (25/8/2026). (Foto: Dok. BP Batam)

BATAM | ESNews – Sebanyak 29 titik rawan banjir di Kota Batam telah ditangani melalui berbagai perbaikan infrastruktur yang dilakukan BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam.

Meski sejumlah titik telah ditangani, evaluasi masih terus dilakukan untuk memastikan perbaikan drainase benar-benar efektif mengatasi persoalan genangan di lapangan.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra bahkan turun langsung meninjau sejumlah infrastruktur pada Selasa (25/8/2026). Beberapa lokasi yang dicek yakni Drainase Jalan S. Parman, Piayu; drainase depan RS Graha Hermine, Batu Aji; Drainase Spillway, Muka Kuning; serta ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom yang masuk rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Di sejumlah titik drainase, Li Claudia mengecek kondisi saluran dan progres penanganan guna memastikan fungsi drainase berjalan sesuai kebutuhan kawasan.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” kata Li Claudia.

Evaluasi kembali dilakukan pada Kamis (27/8/2026). Bersama Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto dan jajaran, Li Claudia meninjau Drainase Jalan Tengku Sulung depan Perumahan Odessa serta Drainase Jalan Hang Tuah Taman Raya Tahap 4 depan SMP Negeri 28 Batam.

Dari peninjauan tersebut, ditemukan adanya penumpukan material yang menghambat aliran air dan berpotensi memicu genangan. Tim juga mengecek kebutuhan perbaikan fungsi drainase serta akses jalan inspeksi di sekitar saluran.

Li Claudia menegaskan, pembenahan infrastruktur tidak cukup hanya dengan pekerjaan teknis, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” ujarnya.

Mouris Limanto mengatakan, tim teknis BP Batam akan terus melakukan evaluasi berkala agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan kondisi aktual di masing-masing kawasan.

“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” kata Mouris.

Salah satu hasil penanganan yang mulai dirasakan masyarakat berada di kawasan Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mal. Melalui proyek multiyears 2026-2027, BP Batam melakukan peningkatan saluran drainase di kawasan tersebut.

Setelah dilakukan perbaikan, genangan yang sebelumnya kerap muncul saat hujan disebut sudah tidak lagi dirasakan masyarakat.

BP Batam memastikan penanganan banjir akan terus dievaluasi, termasuk mengidentifikasi titik-titik yang masih membutuhkan pembenahan. Infrastruktur yang telah diperbaiki juga akan dipantau agar tetap berfungsi optimal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam bersama Pemko Batam dalam membenahi infrastruktur dasar sekaligus mengurangi persoalan banjir yang masih menjadi perhatian masyarakat.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 29 Titik Banjir Batam Ditangani, Li Claudia Kembali Turun Cek Drainase

Terkini

Iklan