![]() |
| BP Batam Teken Kesepakatan PSN Wiraraja, Ribuan Tenaga Kerja Diproyeksikan Terserap. (Foto: Humas BP Batam) |
BATAM | ESNews – Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park mulai memasuki tahap persiapan pembangunan. Proyek yang berlokasi di Pulau Galang, Batam, ini direncanakan mulai dibangun pada awal 2027 dengan tahap pertama mencakup lahan seluas 150 hektare.
Pengembangan kawasan industri berbasis energi hijau dan teknologi ramah lingkungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Galang Bumi Industri di Marketing Center BP Batam, Rabu (28/10/2026).
Nota Kesepakatan ditandatangani langsung Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri, Akhmad Ma’ruf Maulana.
Proyek ini tidak sekadar diarahkan menjadi kawasan industri baru. Di dalamnya, terdapat rencana pengembangan ekosistem industri bernilai tambah, mulai dari hilirisasi pasir silika hingga industri semikonduktor.
Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri, Akhmad Ma’ruf Maulana, mengatakan pembangunan tahap pertama akan dilakukan di atas lahan seluas 150 hektare di Pulau Galang. Proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga ribuan tenaga kerja.
“Proyek PSN di Galang ini sudah bisa terealisasi dan dibangun di awal tahun 2027. Harapan kami, BP Batam dapat terus mendukung kerja sama ini agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana,” ujarnya.
Menurut Ma’ruf, kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan secara terintegrasi untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam sekaligus memperkuat industri teknologi tinggi di Indonesia.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan kawasan, PT Galang Bumi Industri juga berencana membangun infrastruktur pendukung, termasuk jalan yang nantinya akan dihibahkan kepada BP Batam.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut kerja sama ini sebagai langkah untuk mendorong percepatan investasi, khususnya di sektor energi baru dan terbarukan.
Ia mengatakan, Batam telah mendapat perhatian langsung dari Presiden RI terkait peningkatan pelayanan perizinan berusaha. Karena itu, BP Batam berkomitmen mendukung percepatan proses investasi.
“Batam sudah mendapat atensi langsung dari Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan perizinan berusaha. Dengan Nota Kesepakatan ini, mari kita sama-sama membangun komitmen untuk mempercepat prosesnya,” kata Amsakar.
Amsakar juga menyampaikan bahwa realisasi investasi Batam hingga Triwulan III 2026 telah mencapai Rp59,89 triliun dari target Rp70 triliun sepanjang tahun ini. Sementara pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 7,28 persen.
Ia berharap kehadiran investor asing yang digandeng Wiraraja Group dapat memperluas jejaring investasi sekaligus memperkuat daya tarik Batam di mata investor internasional.
Menurut Amsakar, pengembangan PSN Wiraraja juga diharapkan dapat saling melengkapi dengan proyek strategis lainnya di Batam, termasuk Rempang Eco City.
“Kami juga yakin PSN Wiraraja ini akan komplementer dengan PSN lainnya, yaitu Rempang Eco City yang dikembangkan di Batam,” ujarnya.
Penandatanganan Nota Kesepakatan ini menjadi awal kerja sama pengembangan kawasan. Namun, realisasi pembangunan tetap akan bergantung pada tahapan persiapan dan proses yang harus diselesaikan sebelum proyek mulai berjalan.
Jika terealisasi sesuai rencana, kawasan industri di Pulau Galang tersebut berpotensi menjadi salah satu penggerak baru investasi Batam, terutama pada sektor energi hijau, pengolahan bahan baku, dan industri teknologi tinggi. (r/Esn)
Pengembangan kawasan industri berbasis energi hijau dan teknologi ramah lingkungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Galang Bumi Industri di Marketing Center BP Batam, Rabu (28/10/2026).
Nota Kesepakatan ditandatangani langsung Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri, Akhmad Ma’ruf Maulana.
Proyek ini tidak sekadar diarahkan menjadi kawasan industri baru. Di dalamnya, terdapat rencana pengembangan ekosistem industri bernilai tambah, mulai dari hilirisasi pasir silika hingga industri semikonduktor.
Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri, Akhmad Ma’ruf Maulana, mengatakan pembangunan tahap pertama akan dilakukan di atas lahan seluas 150 hektare di Pulau Galang. Proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga ribuan tenaga kerja.
“Proyek PSN di Galang ini sudah bisa terealisasi dan dibangun di awal tahun 2027. Harapan kami, BP Batam dapat terus mendukung kerja sama ini agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana,” ujarnya.
Menurut Ma’ruf, kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan secara terintegrasi untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam sekaligus memperkuat industri teknologi tinggi di Indonesia.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan kawasan, PT Galang Bumi Industri juga berencana membangun infrastruktur pendukung, termasuk jalan yang nantinya akan dihibahkan kepada BP Batam.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut kerja sama ini sebagai langkah untuk mendorong percepatan investasi, khususnya di sektor energi baru dan terbarukan.
Ia mengatakan, Batam telah mendapat perhatian langsung dari Presiden RI terkait peningkatan pelayanan perizinan berusaha. Karena itu, BP Batam berkomitmen mendukung percepatan proses investasi.
“Batam sudah mendapat atensi langsung dari Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan perizinan berusaha. Dengan Nota Kesepakatan ini, mari kita sama-sama membangun komitmen untuk mempercepat prosesnya,” kata Amsakar.
Amsakar juga menyampaikan bahwa realisasi investasi Batam hingga Triwulan III 2026 telah mencapai Rp59,89 triliun dari target Rp70 triliun sepanjang tahun ini. Sementara pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 7,28 persen.
Ia berharap kehadiran investor asing yang digandeng Wiraraja Group dapat memperluas jejaring investasi sekaligus memperkuat daya tarik Batam di mata investor internasional.
Menurut Amsakar, pengembangan PSN Wiraraja juga diharapkan dapat saling melengkapi dengan proyek strategis lainnya di Batam, termasuk Rempang Eco City.
“Kami juga yakin PSN Wiraraja ini akan komplementer dengan PSN lainnya, yaitu Rempang Eco City yang dikembangkan di Batam,” ujarnya.
Penandatanganan Nota Kesepakatan ini menjadi awal kerja sama pengembangan kawasan. Namun, realisasi pembangunan tetap akan bergantung pada tahapan persiapan dan proses yang harus diselesaikan sebelum proyek mulai berjalan.
Jika terealisasi sesuai rencana, kawasan industri di Pulau Galang tersebut berpotensi menjadi salah satu penggerak baru investasi Batam, terutama pada sektor energi hijau, pengolahan bahan baku, dan industri teknologi tinggi. (r/Esn)





