![]() |
| Junaidi Kepala Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun. (Foto: istimewa) |
KARIMUN | ESNews - Tak hanya berhasil membawa perubahan positif bagi warganya, desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun meraih sejumlah penghargaan bergengsi yang membuatnya menjadi kebanggaan Kabupaten Karimun.
Desa Pangke jadi satu-satunya desa yang mendapatkan penghargaan Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain itu, Kepala Desa Junaidi juga dinobatkan sebagai Kepala Desa Terbaik dari BKKBN Provinsi Kepulauan Riau tahun 2021, dan desa ini juga meraih Penghargaan Desa Peduli Pekerja Migran dari BP2MI.
"Kita sangat bangga dengan prestasi ini. Semua ini hasil kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan juga dukungan dari perusahaan-perusahaan yang ada di desa kita," ujar Junaidi dengan senyum bangga.
Banyak perusahaan yang turut serta mendukung berbagai program di Desa Pangke, terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di antaranya adalah PT. Pacific Granitama, PT. Karimun Marine Shipyard, PT. Multi Ocean Shipyard, dan PT. Saipem, yang memberikan bantuan melalui CSR, TJSP, dan program pembinaan masyarakat.
Program bermanfaat dan menarik yang telah dibuat dan memberikan manfaat langsung bagi warga seperti, Kursus Bahasa Inggris Gratis buat anak SMP dan SMA.
Dengan program bahasa inggrus gratis bekerja sama yayasan aldora course terbentuk kelompok kecil 15 orang per kelompok, dan belajarnya selama enam bulan.
Tujuannya biar anak-anak jadi lebih percaya diri dan siap bersaing sama teman-teman dari luar daerah, bahkan dunia internasional.
Satu Rumah Satu Penguatan Ekonomi yang mengajar warga berbagai keterampilan kerja. Jadi bisa tambah penghasilan keluarga dan makin mandiri.
Satu Rumah Satu Sarjana yang bantu anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan kuliah. Ada informasi pendidikan, beasiswa, dan juga pendampingan buat mereka yang mau kuliah. Sekarang udah banyak anak desa yang mau lanjut sekolah tinggi.
Komunitas Peduli Kesehatan yang dibantu sama ambulans desa dan tim kesehatan, jadi akses ke layanan kesehatan jadi lebih cepet dan mudah.
Peduli lingkungan, ada program pengelolaan sampah berbasis komunitas yang ngajarin kita mau nemenin dan ngelola sampah dengan benar. Bahkan sampahnya bisa jadi punya nilai ekonomi tentunya.
Menurut Junaidi, meskipun udah dapet banyak penghargaan, yang paling penting adalah bisa terus menjalankan semua program ini dengan baik.
"Yang penting bukan cuma dapet penghargaan aja, tapi bagaimana kita bisa terus menjaga dan mengembangkan programnya agar manfaatnya selalu dirasakan sama semua masyarakat," jelasnya. (*)
Desa Pangke jadi satu-satunya desa yang mendapatkan penghargaan Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain itu, Kepala Desa Junaidi juga dinobatkan sebagai Kepala Desa Terbaik dari BKKBN Provinsi Kepulauan Riau tahun 2021, dan desa ini juga meraih Penghargaan Desa Peduli Pekerja Migran dari BP2MI.
"Kita sangat bangga dengan prestasi ini. Semua ini hasil kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan juga dukungan dari perusahaan-perusahaan yang ada di desa kita," ujar Junaidi dengan senyum bangga.
Banyak perusahaan yang turut serta mendukung berbagai program di Desa Pangke, terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di antaranya adalah PT. Pacific Granitama, PT. Karimun Marine Shipyard, PT. Multi Ocean Shipyard, dan PT. Saipem, yang memberikan bantuan melalui CSR, TJSP, dan program pembinaan masyarakat.
Program bermanfaat dan menarik yang telah dibuat dan memberikan manfaat langsung bagi warga seperti, Kursus Bahasa Inggris Gratis buat anak SMP dan SMA.
Dengan program bahasa inggrus gratis bekerja sama yayasan aldora course terbentuk kelompok kecil 15 orang per kelompok, dan belajarnya selama enam bulan.
Tujuannya biar anak-anak jadi lebih percaya diri dan siap bersaing sama teman-teman dari luar daerah, bahkan dunia internasional.
Satu Rumah Satu Penguatan Ekonomi yang mengajar warga berbagai keterampilan kerja. Jadi bisa tambah penghasilan keluarga dan makin mandiri.
Satu Rumah Satu Sarjana yang bantu anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan kuliah. Ada informasi pendidikan, beasiswa, dan juga pendampingan buat mereka yang mau kuliah. Sekarang udah banyak anak desa yang mau lanjut sekolah tinggi.
Komunitas Peduli Kesehatan yang dibantu sama ambulans desa dan tim kesehatan, jadi akses ke layanan kesehatan jadi lebih cepet dan mudah.
Peduli lingkungan, ada program pengelolaan sampah berbasis komunitas yang ngajarin kita mau nemenin dan ngelola sampah dengan benar. Bahkan sampahnya bisa jadi punya nilai ekonomi tentunya.
Menurut Junaidi, meskipun udah dapet banyak penghargaan, yang paling penting adalah bisa terus menjalankan semua program ini dengan baik.
"Yang penting bukan cuma dapet penghargaan aja, tapi bagaimana kita bisa terus menjaga dan mengembangkan programnya agar manfaatnya selalu dirasakan sama semua masyarakat," jelasnya. (*)





