PT Indobest Utama Valas Bantah Terlibat Kasus Love Scamming dan Pencucian Uang di Batam

terkini

Iklan

PT Indobest Utama Valas Bantah Terlibat Kasus Love Scamming dan Pencucian Uang di Batam

Expossidiknews.com
19 Mei, 2026, 13.26 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-05-19T06:26:01Z
PT Indobest Utama Valas. (Ist)

BATAM I ESNews -
PT Indobest Utama Valas melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum AMD Lawyer membantah keterlibatan perusahaan maupun unit usahanya, Indo Best Money Changer, dalam dugaan praktik tindak pidana penipuan asmara (love scamming), perjudian, maupun pencucian uang lintas negara.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya dugaan yang mengaitkan perusahaan valas itu dengan aliran dana sindikat penipuan investasi daring internasional yang sebelumnya terungkap di kawasan Baloi View Apartemen, Lubuk Baja, Batam.

Kuasa hukum PT Indobest Utama Valas menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki hubungan ataupun keterkaitan dengan praktik maupun hasil tindak pidana yang dilakukan pihak mana pun.

“PT Indobest Utama Valas maupun unit usahanya yang bernama Indo Best Money Changer sama sekali tidak terlibat dan/atau memiliki kaitan apa pun dengan praktik maupun hasil tindak pidana penipuan (love scamming), perjudian, dan/atau pencucian uang lintas negara yang dilakukan siapa pun,” kata kuasa hukum dari Kantor Hukum AMD Lawyer saat menjawab konfirmasi media, Selasa (19/5/2026).

Pihaknya juga menegaskan bantahan tersebut termasuk terhadap dugaan keterkaitan dengan sindikat warga negara asing (WNA) yang baru-baru ini diungkap aparat di kawasan Baloi View Apartemen, Lubuk Baja, Batam.

Sebelumnya, aparat gabungan dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kepolisian mengamankan 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat jaringan penipuan investasi daring atau scammer internasional di Kota Batam.

Operasi tersebut menjadi salah satu pengungkapan besar dugaan kejahatan siber lintas negara di wilayah Kepulauan Riau.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, sebelumnya menyampaikan bahwa ratusan WNA diamankan setelah dilakukan deteksi dini dan pengawasan intensif bersama Kepolisian.

“Dari hasil deteksi dini bersama Kepolisian, kami mengamankan 210 orang. Rinciannya 125 WN Vietnam, 84 WN Tiongkok, dan 1 WN Myanmar. Dari total tersebut, 163 orang laki-laki dan 47 orang perempuan,” ujar Hendarsam dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat (8/5/2026).

Hingga saat ini, aparat masih terus melakukan pendalaman terhadap dugaan jaringan penipuan daring lintas negara tersebut, termasuk menelusuri aliran transaksi keuangan yang berkaitan dengan perkara. Sementara itu, PT Indobest Utama Valas menegaskan akan menempuh langkah hukum apabila terdapat informasi yang dinilai merugikan nama baik perusahaan tanpa dasar yang jelas. (WL)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PT Indobest Utama Valas Bantah Terlibat Kasus Love Scamming dan Pencucian Uang di Batam

Terkini

Iklan