Investasi, Ekspor dan Direct Call Melonjak, Batam Perkuat Posisi Sebagai Hub Perdagangan Internasional

terkini

Iklan

Investasi, Ekspor dan Direct Call Melonjak, Batam Perkuat Posisi Sebagai Hub Perdagangan Internasional

Expossidiknews.com
05 Juni, 2026, 19.03 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-06-09T05:58:34Z
Plh Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. (Foto: Dok BP Batam)

BATAM I ESNews - Kinerja ekonomi Kota Batam sepanjang awal tahun 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kuat. Lonjakan realisasi investasi, peningkatan aktivitas ekspor, hingga melonjaknya layanan pelayaran langsung internasional (direct call) di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar menjadi indikator bahwa Batam semakin kokoh sebagai pusat perdagangan dan investasi strategis di wilayah Indonesia bagian barat.

Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi pada Triwulan I tahun 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Nilai tersebut tumbuh sebesar 102,85 persen secara tahunan (year-on-year) dan meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter).

Pertumbuhan investasi yang signifikan itu sejalan dengan meningkatnya aktivitas logistik di Pelabuhan Batu Ampar. Data operasional Batu Ampar Container Terminal menunjukkan jumlah layanan direct call internasional selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 106 kunjungan kapal, atau meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencatat 34 kunjungan.

Tak hanya jumlah kunjungan kapal, volume peti kemas yang dilayani melalui jalur pelayaran langsung internasional juga mengalami peningkatan tajam. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, volume peti kemas tercatat mencapai 58.237 TEUs, melonjak 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 25.904 TEUs.

Capaian tersebut menyumbang sekitar 24 persen dari total volume peti kemas internasional yang ditangani TPK Batu Ampar selama periode tersebut. Angka ini sekaligus menegaskan semakin kuatnya peran Pelabuhan Batu Ampar sebagai gerbang perdagangan internasional dan berkurangnya ketergantungan pelaku usaha terhadap skema transshipment melalui pelabuhan negara tetangga.

Di sektor perdagangan luar negeri, kinerja ekspor Batam juga menunjukkan tren positif. Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor utama dengan nilai mencapai USD 860,32 juta selama Januari hingga Februari 2026 atau tumbuh 30,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Singapura menempati posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar USD 704,47 juta atau meningkat 4,52 persen. Sementara India mencatat pertumbuhan paling tinggi dengan lonjakan mencapai 410,23 persen menjadi USD 344,67 juta.

Selain itu, ekspor ke Tiongkok meningkat 49,63 persen menjadi USD 265,55 juta. Kinerja serupa juga terjadi pada pasar Jerman yang tumbuh 65,36 persen menjadi USD 44,90 juta dan Filipina yang melonjak hingga mencapai USD 89,68 juta.

Plh Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan bahwa posisi Batam memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di kawasan Indonesia bagian barat.

Menurutnya, pertumbuhan investasi yang diikuti peningkatan aktivitas logistik menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai lokasi investasi dan pusat distribusi perdagangan internasional.

“Capaian ini membuktikan bahwa Batam memiliki daya saing yang semakin kuat. Meningkatnya aktivitas logistik, ekspor, dan investasi menjadi indikator bahwa Batam berada pada jalur pertumbuhan yang tepat sebagai gerbang perdagangan dan investasi di wilayah Indonesia bagian Barat,” ujarnya.

Ia menegaskan, BP Batam akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung kelancaran arus logistik, investasi, dan mobilitas barang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya menyebut bahwa tingginya realisasi investasi mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam.

“Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif,” katanya.

Dengan pertumbuhan investasi yang melesat, ekspor yang terus menguat, serta meningkatnya aktivitas pelabuhan internasional, Batam semakin menegaskan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi Kepulauan Riau dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.

Ke depan, BP Batam berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan infrastruktur dan utilitas, peningkatan kepastian berusaha, serta pengembangan ekosistem industri yang kompetitif dan berkelanjutan. (DN)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Investasi, Ekspor dan Direct Call Melonjak, Batam Perkuat Posisi Sebagai Hub Perdagangan Internasional

Terkini

Iklan