Bukan Bencana Alam, 2 Rumah Warga di Piayu Roboh Gegara Proyek Cut and Fill

terkini

Iklan

Bukan Bencana Alam, 2 Rumah Warga di Piayu Roboh Gegara Proyek Cut and Fill

Expossidiknews.com
03 Juli, 2026, 16.31 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-07-03T09:31:15Z
Sejumlah unit rumah warga Perumahan Bukit Indah Piayu rusak parah, 2 diantaranya roboh akibat proyek cut and Fill, Jumat (3/7/2026). (Foto: bob/Expossidiknews.com)


BATAM | ESNews – Bukan angin puting beliung, bukan pula gempa bumi. Namun, suasana mencekam kini menghantui warga Perumahan Bukit Indah Piayu (BIP), Sei Beduk, Batam. Dua unit rumah kini rata dengan tanah, menyisakan puing-puing bangunan dan trauma yang mendalam.

Dalangnya? Diduga kuat bukan kehendak alam, melainkan imbas dari deru mesin proyek Cut and Fill yang beroperasi mengikis lahan, berbatasan langsung dengan dinding permukiman warga.

Bagi warga terdampak, ini adalah teror yang berlipat ganda. Belum kering ingatan mereka akan terjangan banjir yang sempat melanda, kini mereka harus berhadapan dengan ancaman tanah yang mereka pijak sendiri.

Data di lapangan menunjukkan eskalasi kerusakan yang mengkhawatirkan. Selain dua rumah yang luluh lantak, sembilan unit rumah lainnya dilaporkan rusak parah. Retakan tembok yang menganga seolah menjadi bom waktu.

Demi keselamatan nyawa, para penghuni terpaksa angkat kaki dan mencari kontrakan sementara. Beruntung, maut tidak sempat memakan korban jiwa dalam insiden ini.

Seorang wanita paruh baya setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengungkap sedikit kronologi yang sudah berlangsung selama belasan hari.

"Kondisi ini sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Total 11 rumah rusak parah, dua di antaranya sudah rata dengan tanah. Salah satunya bahkan rumah Pak RT. Mereka terpaksa mengungsi di sekitar sini juga demi nyawa," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

"Kabarnya developer berjanji akan membangun ulang rumah yang hancur. Tapi menurut saya itu sia-sia belaka kalau proyek pengerukan di atas tetap berlanjut," tegasnya.

Kekhawatiran itu terbukti di lapangan. Pantauan ESNews menunjukkan pergeseran pada akses jalan perumahan, sementara retakan-retakan baru mulai merambat diam-diam ke sejumlah rumah warga lainnya.

Menelusuri Jejak Izin Awal Terbangunnya BIP dan Kelalaian Proyek Cut And Fill

* Bagaimana mungkin Perumahan BIP ini pada awalnya bisa lolos dari kajian lingkungan dan verifikasi teknis yang ketat?

* Siapa pihak yang memberikan lampu hijau dan menyetujui proses AMDAL atau dokumen UKL-UPL proyek pengerukan ini, padahal letaknya mengancam zona permukiman?

Ini bukan lagi sekadar urusan ganti rugi material, melainkan pelanggaran serius terhadap hak-hak konsumen.

Warga yang membeli rumah berhak atas jaminan keamanan dan keselamatan, sebuah hak mutlak yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Ironisnya, Perumahan Bukit Indah Piayu bukanlah proyek tanpa pengawasan. Kawasan ini merupakan bagian dari program bergengsi BP Tapera dan Kementerian PKP Republik Indonesia. Sang pengembang, PT Menorah Bangun Properti, bahkan tercatat bernaung di bawah bendera besar Real Estate Indonesia (REI).

Pertanyaannya kini: akankah deretan nama besar dan institusi negara ini turun tangan membongkar kelalaian di balik runtuhnya Bukit Indah Piayu? Ataukah warga harus terus hidup dalam bayang-bayang ekskavator.

Hingga berita ini diterbitkan, ESNews masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. (bob)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bukan Bencana Alam, 2 Rumah Warga di Piayu Roboh Gegara Proyek Cut and Fill

Terkini

Iklan