1.205 Ton Sampah Batam per Hari Berpotensi Jadi Listrik 20 MW

terkini

Iklan

1.205 Ton Sampah Batam per Hari Berpotensi Jadi Listrik 20 MW

Expossidiknews.com
07 September, 2026, 09.24 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-10-01T02:24:59Z
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjadi salah satu narasumber dalam sesi “Developing a Bankable Waste to Energy Project in Batam. (Foto: Humas BP Batam)

BATAM | ESNews –
Tumpukan sampah di Kota Batam mulai diarahkan menjadi sumber energi terbarukan. Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan konsep waste to energy (WtE) kepada calon mitra di Jepang dengan potensi pengolahan sekitar 1.205 ton sampah per hari.

Gagasan tersebut disampaikan BP Batam dalam forum Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 di Yokohama, Jepang, 3-4 September 2026.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjadi salah satu narasumber dalam sesi “Developing a Bankable Waste to Energy Project in Batam: Challenges, Lessons and Partnership Opportunities” pada 4 September.

Dalam forum tersebut, BP Batam menawarkan peluang kerja sama penyusunan feasibility study (FS) sebagai langkah awal untuk mengkaji kelayakan proyek WtE di Batam.

“Dengan jumlah sampah yang mencapai 1.205 ton per hari, Batam memiliki potensi untuk mengembangkan waste to energy. Karena itu, kami menawarkan FS sebagai langkah awal agar proyek ini memiliki dasar kajian yang jelas dan dapat dikembangkan lebih lanjut,” kata Ariastuty.

Respons awal datang dari JFE Engineering Corporation. Perusahaan asal Jepang tersebut langsung melakukan pembahasan dengan BP Batam setelah sesi presentasi untuk mendalami peluang pengembangan WtE di Batam.

Berdasarkan estimasi awal JFE Engineering, volume sampah Batam berpotensi menghasilkan energi listrik sekitar 20 megawatt (MW).

Dengan kapasitas tersebut, listrik yang dihasilkan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 20.000 rumah. Namun, angka tersebut masih berupa estimasi awal dan harus melalui kajian teknis serta studi kelayakan sebelum dapat menentukan kelayakan proyek.

JFE Engineering menyatakan ketertarikannya untuk datang langsung ke Batam guna mendalami peluang pengembangan proyek tersebut.

Pembahasan nantinya juga akan melibatkan PT PLN (Persero), khususnya terkait skema pembelian listrik yang dihasilkan dari fasilitas WtE.

BP Batam menyatakan penyusunan FS akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari tahapan awal pengembangan proyek.

Selain menjajaki peluang WtE, BP Batam juga memanfaatkan APCC 2026 untuk membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Yokohama.

Pertemuan dengan Wakil Wali Kota Yokohama berlangsung pada 3 September dan membahas peluang kerja sama antara Yokohama dan Kota Batam, termasuk pengembangan konsep circular economy.

Ariastuty mengatakan BP Batam berharap ketertarikan JFE Engineering dapat berlanjut pada pembahasan yang lebih konkret di Batam.

“Kami berharap ketertarikan ini dapat ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih konkret di Batam. Yang kami dorong adalah bagaimana sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi Kota Batam, serta mendorong keterlibatan langsung masyarakat dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Jika terealisasi, pengembangan WtE tersebut akan menjadi salah satu opsi pemanfaatan sampah sekaligus sumber energi terbarukan bagi Kota Batam. (Esn)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 1.205 Ton Sampah Batam per Hari Berpotensi Jadi Listrik 20 MW

Terkini

Iklan