![]() |
| Agus Fitrizal, mantan karyawan Jazotel Batam, saat ini terpaksa menumpang di masjid kawasan Tiban, Batam, Kepri. (Ist) |
BATAM | ESNews - Agus Fitrizal, mantan karyawan Jazotel Batam, saat ini terpaksa menumpang di masjid kawasan Tiban, Batam, Kepri.
Pria asal Pekanbaru, Riau, ini harus bertahan hidup di masjid karena tidak memiliki uang setelah dipecat dari tempat kerjanya.
"Saya keluar dari hotel tidak bawa uang, sebab itu saya memilih tinggal di Masjid ," katanya, Sabtu, (21/2/2026).
Dan, saat ini ia harus memperjuangkan hak-haknya yang masih tertunda di Jazotel Batam.
Tidak hanya memperjuangkan haknya itu, Agus juga mempertanyakan pemecatan yang diberlakukan terhadap dirinya menyalahi prosedur, yakni tanpa adanya SP1, SP2 dan SP3.
"Saya dipecat tanpa diberikan surat peringatan," ungkapnya.
Agus menyebut, sampai saat ini ia belum menerima surat pemecatan secara resmi dari Jazotel Batam.
"Sampai saat ini saya belum diberikan surat pemecatan dari pihak Jazotel Batam," ujarnya.
Ia berharap, pihak Jazotel Batam dapat memberikan penyelesaian yang adil atas permasalahan ini.
"Saya hanya ingin keadilan dan hak-hak saya diselesaikan secepat mungkin," harapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen Hotel. (Red)
Pria asal Pekanbaru, Riau, ini harus bertahan hidup di masjid karena tidak memiliki uang setelah dipecat dari tempat kerjanya.
"Saya keluar dari hotel tidak bawa uang, sebab itu saya memilih tinggal di Masjid ," katanya, Sabtu, (21/2/2026).
Dan, saat ini ia harus memperjuangkan hak-haknya yang masih tertunda di Jazotel Batam.
Tidak hanya memperjuangkan haknya itu, Agus juga mempertanyakan pemecatan yang diberlakukan terhadap dirinya menyalahi prosedur, yakni tanpa adanya SP1, SP2 dan SP3.
"Saya dipecat tanpa diberikan surat peringatan," ungkapnya.
Agus menyebut, sampai saat ini ia belum menerima surat pemecatan secara resmi dari Jazotel Batam.
"Sampai saat ini saya belum diberikan surat pemecatan dari pihak Jazotel Batam," ujarnya.
Ia berharap, pihak Jazotel Batam dapat memberikan penyelesaian yang adil atas permasalahan ini.
"Saya hanya ingin keadilan dan hak-hak saya diselesaikan secepat mungkin," harapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen Hotel. (Red)





