BP Batam Gandeng BRIN, Fokus Perkuat Ketahanan Air dan Industri Hijau

terkini

Iklan

BP Batam Gandeng BRIN, Fokus Perkuat Ketahanan Air dan Industri Hijau

Expossidiknews.com
22 Juni, 2026, 13.34 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-06-22T06:34:57Z
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6)/2026). (Foto: Dok BP Batam)

JAKARTA I ESNews -
Badan Pengusahaan (BP) Batam menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat ketahanan sumber daya air serta mendorong pengembangan industri berkelanjutan di Kota Batam. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6).

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan Batam, terutama terkait ketersediaan sumber daya air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat dan sektor industri.

Menurut Sudirman, Batam memiliki keterbatasan sumber daya air karena tidak memiliki sungai maupun kawasan hutan yang dapat menjadi sumber pasokan alami. Selama ini kebutuhan air baku di Batam sepenuhnya bergantung pada curah hujan yang ditampung di delapan waduk.

“Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam,” ujar Sudirman.

Ia menegaskan, sebagai kawasan industri dan investasi yang terus berkembang, Batam membutuhkan dukungan teknologi dan inovasi agar pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menyebut ruang lingkup kerja sama meliputi sejumlah sektor strategis, antara lain pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi sirkular, industri maritim berkelanjutan, serta industri hijau.

“Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam. Berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri,” katanya.

Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menjelaskan kerja sama tersebut akan melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN dan tiga unit teknis BP Batam. Sebanyak 10 aktivitas dari enam topik utama telah disusun untuk dilaksanakan selama tiga tahun ke depan sesuai peta jalan yang telah disepakati.

Menurut Asep, seluruh aktivitas dirancang agar hasil riset dapat langsung diimplementasikan guna mendukung pengembangan kawasan Batam.

“Kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal konkret dalam memperkuat peran riset bagi pembangunan kawasan strategis Batam,” ujarnya.

Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dan kebutuhan industri. Ia menegaskan BRIN berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mampu menjawab tantangan pembangunan.

“BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan membantu mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi. Riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam,” kata Arif.

Melalui kerja sama ini, BP Batam berharap hasil riset dan inovasi yang dikembangkan bersama BRIN dapat menjadi solusi konkret untuk memperkuat ketahanan sumber daya air, mempercepat transformasi industri hijau, serta meningkatkan daya tarik investasi di Batam secara berkelanjutan. (AP)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BP Batam Gandeng BRIN, Fokus Perkuat Ketahanan Air dan Industri Hijau

Terkini

Iklan