![]() |
| Petugas Crew Kapal KMP. LOME cek cok dengan Calon penumpang di area Pelabuhan Penyebrangan Mengkapan, Riau pada Kamis (8/1/2026). (Foto: Screenshot/Ist) |
RIAU | ESNews - Kristopel, seorang Supir jasa angkutan Pick-Up alami tindak kekerasan oleh petugas Crew Kapal KMP. LOME bernama Hendro di area Pelabuhan Penyeberangan Mengkapan, Riau, pada Kamis (8/1/2026) malam.
Peristiwa penganiayaan ini bermula ketika Kristopel yang merupakan calon penumpang KMP. LOME itu cek-cok terhadap petugas Crew Kapal setelah ia dipaksa menurunkan mobil miliknya dari Kapal.
“Saya di tarik paksa dan leher saya dicekik oleh Crew Kapal bernama Hendro, lanataran saya tidak mau menurunkan mobil saya dari Kapal. Alasannya muatan kapal sudah over”, jelasnya.
Padahal kata Kristopel, ia sudah mengantongi tiket resmi yang dibeli dari PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Batam dan keberangkatannya terjadwal di hari itu juga Kamis (8/2/2026) tujuan Mengkapan - Telaga Punggur.
“Seperti biasa, kita ada tiket dan kita antri masuk ke Kapal. Pada saat itu saya dapat antrian terakhir. Ketika mobil saya sudah di Kapal, tiba-tiba saya didatangi Crew Kapal dengan arogannya dia paksa saya suruh keluarkan mobil dari kapal dengan alasan muatan kapal sudah Over. Kalau benar sudah Over, kenapa tiket dijual pada jadwal hari itu juga”, sesalnya.
Tidak terima atas perlakuan Crew Kapal itu, Kristopel akhirnya memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat. “Saya sudah buat laporan ke Polsek Sungai Apit dengan nomor: STPL/03/I/2026/SPK tanggal 8 Januari 2026”, ujar Kristopel.
Ia berharap kepada pihak Kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut sebagai efek jera sehingga tidak ada lagi korban lainnya.
Selain mengalami memar dibagian leher, ia juga mengalami kerugian material. Di mana, muatan buah Mangga di Mobil itu akan membusuk dan bakal tidak laku di pasaran akibat keterlambatan pengiriman.
Dari Video yang beredar, cek-cok antara Kristopel dengan petugas Crew Kapal KMP. LOME itu mengundang perhatian banyak orang di Pelabuhan Mengkapan.
Pria berkepala plontos itu dengan arogannya menarik paksa dengan mengapit tangannya ke leher Kristopel yang bersikeras tidak mau mengeluarkan mobil miliknya dari Kapal. Situasi itu terlihat tegang. Ia nyaris di keroyok hingga akhirnya pertikaian itu dilerai oleh petugas Pelabuhan. Dengan terpaksa, Kristopel mengeluarkan mobil dari Kapal. (Red)
Peristiwa penganiayaan ini bermula ketika Kristopel yang merupakan calon penumpang KMP. LOME itu cek-cok terhadap petugas Crew Kapal setelah ia dipaksa menurunkan mobil miliknya dari Kapal.
“Saya di tarik paksa dan leher saya dicekik oleh Crew Kapal bernama Hendro, lanataran saya tidak mau menurunkan mobil saya dari Kapal. Alasannya muatan kapal sudah over”, jelasnya.
Padahal kata Kristopel, ia sudah mengantongi tiket resmi yang dibeli dari PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Batam dan keberangkatannya terjadwal di hari itu juga Kamis (8/2/2026) tujuan Mengkapan - Telaga Punggur.
“Seperti biasa, kita ada tiket dan kita antri masuk ke Kapal. Pada saat itu saya dapat antrian terakhir. Ketika mobil saya sudah di Kapal, tiba-tiba saya didatangi Crew Kapal dengan arogannya dia paksa saya suruh keluarkan mobil dari kapal dengan alasan muatan kapal sudah Over. Kalau benar sudah Over, kenapa tiket dijual pada jadwal hari itu juga”, sesalnya.
Tidak terima atas perlakuan Crew Kapal itu, Kristopel akhirnya memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat. “Saya sudah buat laporan ke Polsek Sungai Apit dengan nomor: STPL/03/I/2026/SPK tanggal 8 Januari 2026”, ujar Kristopel.
Ia berharap kepada pihak Kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut sebagai efek jera sehingga tidak ada lagi korban lainnya.
Selain mengalami memar dibagian leher, ia juga mengalami kerugian material. Di mana, muatan buah Mangga di Mobil itu akan membusuk dan bakal tidak laku di pasaran akibat keterlambatan pengiriman.
Dari Video yang beredar, cek-cok antara Kristopel dengan petugas Crew Kapal KMP. LOME itu mengundang perhatian banyak orang di Pelabuhan Mengkapan.
Pria berkepala plontos itu dengan arogannya menarik paksa dengan mengapit tangannya ke leher Kristopel yang bersikeras tidak mau mengeluarkan mobil miliknya dari Kapal. Situasi itu terlihat tegang. Ia nyaris di keroyok hingga akhirnya pertikaian itu dilerai oleh petugas Pelabuhan. Dengan terpaksa, Kristopel mengeluarkan mobil dari Kapal. (Red)





