Pemko Batam Ubah Arah Beasiswa: Kini Tak Hanya untuk Siswa Berprestasi, Keluarga Tak Mampu dan Hinterland Ikut Dibiayai

terkini

Iklan

Pemko Batam Ubah Arah Beasiswa: Kini Tak Hanya untuk Siswa Berprestasi, Keluarga Tak Mampu dan Hinterland Ikut Dibiayai

Expossidiknews.com
19 Mei, 2026, 11.48 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-05-19T05:34:23Z
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra (tengah) foto bersama anak pelajar SMA disela-sela kegiatan Sosialisasi Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Crown Vista Hotel, Sekupang, Senin (18/5/2026). (Foto: Humas Pemko Batam)

BATAM I ESNews - Pemerintah Kota Batam mulai mengubah arah pembangunan. Jika selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada jalan, gedung, dan infrastruktur fisik, kini investasi terbesar diarahkan pada manusia anak-anak muda Batam yang dipersiapkan menjadi generasi unggul masa depan.

Langkah itu ditandai dengan transformasi besar program bantuan pendidikan tinggi. Tak lagi hanya menyasar siswa berprestasi dari jalur tertentu, Pemko Batam kini memperluas akses beasiswa menjadi lebih inklusif melalui tiga kategori utama: Beasiswa Berprestasi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Beasiswa Tidak Mampu jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta Beasiswa Hinterland bagi wilayah kepulauan dan pesisir.

Program tersebut disosialisasikan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam kegiatan Sosialisasi Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Crown Vista Hotel, Sekupang, Senin (18/5/2026).

Di hadapan ratusan peserta, Amsakar menegaskan bahwa perubahan skema beasiswa bukan sekadar program pendidikan, melainkan bagian dari perubahan besar paradigma pembangunan Kota Batam.

Menurutnya, dari 15 program prioritas yang disusun bersama wakil wali kota, salah satu fokus utama adalah menggeser orientasi pembangunan dari yang sebelumnya dominan pada infrastruktur fisik menjadi penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kalau ingin Batam maju dan mampu bersaing, manusianya harus disiapkan. Pendidikan menjadi investasi paling penting,” tegas Amsakar.
 
Tak Lagi Hanya untuk Siswa Jalur Prestasi

Sebelumnya, bantuan pendidikan Pemko Batam hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Batam Nomor 56 Tahun 2023.

Namun, evaluasi pemerintah menunjukkan penerima program tersebut umumnya berasal dari keluarga yang relatif memiliki akses pendidikan dan dukungan fasilitas yang lebih baik.

Dari situ, muncul kesadaran bahwa kesempatan pendidikan tinggi juga harus menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu hingga pelajar di wilayah hinterland yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

“Negara harus hadir memberikan keberpihakan nyata kepada masyarakat pesisir dan keluarga yang membutuhkan,” ujar Amsakar.

Kini, melalui regulasi baru yakni Peraturan Wali Kota Batam Nomor 5 dan 6 Tahun 2026, skema bantuan pendidikan diperluas agar lebih merata dan menjawab kebutuhan riil masyarakat Batam.
 
Anak Hinterland Disiapkan untuk Industri Masa Depan

Yang menarik, program Beasiswa Hinterland tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga dirancang selaras dengan kebutuhan industri strategis Batam dan Kepulauan Riau.

Pemko Batam menggandeng tiga kampus mitra yang dinilai relevan dengan arah pembangunan daerah, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Politeknik Negeri Batam (Polibatam), dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

ITS dipilih untuk memperkuat kebutuhan tenaga ahli sektor perkapalan yang menjadi denyut industri Batam. Sementara Polibatam dipersiapkan mencetak talenta digital guna mendukung perkembangan investasi teknologi di kawasan Nongsa Digital Park. Adapun UMRAH diharapkan menjadi penggerak lahirnya SDM unggul di sektor maritim dan perikanan.

Dengan skema ini, anak-anak hinterland tidak lagi hanya bermimpi menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga dipersiapkan menjadi tenaga profesional sesuai kebutuhan masa depan daerahnya sendiri.
 
Kisah Amsakar: Gowes 32 Kilometer Demi Sekolah

Di tengah pemaparan program, suasana berubah lebih personal ketika Amsakar membagikan kisah perjuangannya semasa sekolah.

Ia mengenang masa SMP ketika harus menempuh perjalanan hingga 32 kilometer pulang-pergi menggunakan sepeda, serta perjuangannya kuliah di Universitas Riau dalam kondisi ekonomi yang terbatas.

Cerita itu disampaikan untuk menyuntik motivasi kepada para pelajar agar tidak mudah menyerah pada keadaan.

“Apa yang kalian rasakan hari ini mungkin berat, tapi fasilitas sekarang jauh lebih baik dibanding masa kami dulu. Pendidikan adalah jalan terbaik mengubah masa depan,” katanya.

Amsakar juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada siswa, tetapi juga pada peran guru dan kepala sekolah sebagai pembentuk karakter.

Menurutnya, guru yang baik bukan hanya mengajar, tetapi juga mampu menanamkan semangat juang dan mental pantang menyerah kepada muridnya.

Kegiatan sosialisasi itu diikuti 477 peserta, termasuk 81 peserta dari delapan SMA hinterland di Kecamatan Galang, Bulang, dan Belakang Padang, serta ratusan kepala sekolah, guru, dan siswa kelas 10–11 dari berbagai SMA/SMK/MA di Batam yang diproyeksikan mengikuti seleksi SNBP dan SNBT tahun depan.

Di akhir acara, tim teknis Pemko Batam bersama kampus mitra memaparkan secara rinci mekanisme pendaftaran, syarat, dan kategori penerima beasiswa membuka jalan baru bagi lebih banyak anak Batam untuk mengejar mimpi di bangku kuliah. (Mc)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pemko Batam Ubah Arah Beasiswa: Kini Tak Hanya untuk Siswa Berprestasi, Keluarga Tak Mampu dan Hinterland Ikut Dibiayai

Terkini

Iklan