Film “Samudra di Atas Laut” Angkat Kehidupan Anak Orang Laut, Kenalkan Budaya Kepri ke Dunia

terkini

Iklan

Film “Samudra di Atas Laut” Angkat Kehidupan Anak Orang Laut, Kenalkan Budaya Kepri ke Dunia

Expossidiknews.com
23 Juni, 2026, 15.05 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-06-24T05:11:35Z
Film “Samudra di Atas Laut” Angkat Kehidupan Anak Orang Laut, Kenalkan Budaya Kepri ke Dunia. (Foto: Dok untuk Expossidiknews.com)

TANJUNGPINANG I ESNews - Kekayaan budaya Orang Laut di Kepulauan Riau akan segera hadir di layar nasional hingga festival film internasional melalui film pendek drama keluarga berjudul Samudra di Atas Laut. Film ini mengangkat kisah kehidupan masyarakat pesisir melalui sudut pandang seorang anak Orang Laut yang tumbuh bersama laut, tradisi, dan nilai-nilai leluhur.

Mengusung cerita yang hangat dan menyentuh, film ini mengikuti perjalanan Samudra, seorang anak Orang Laut yang diam-diam berlayar ke tengah laut bersama teman-temannya. Petualangan itu berubah menjadi pengalaman berharga ketika mereka terseret arus dan menghadapi situasi tak terduga.

Di tengah peristiwa tersebut, Samudra mulai memahami pesan-pesan leluhur tentang pentingnya “mendengar laut”. Ia belajar bahwa laut bukan sekadar ruang untuk mencari nafkah, melainkan bagian dari identitas dan warisan yang harus dijaga.

Produser film, Syahru Boi, mengatakan Samudra di Atas Laut lahir dari keinginan untuk memperkenalkan kehidupan Orang Laut yang selama ini jarang mendapat ruang dalam karya sinema Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan sisi kehidupan Orang Laut yang hangat, dekat, dan manusiawi melalui sudut pandang anak-anak. Film ini bukan hanya tentang laut, tetapi tentang keluarga, warisan budaya, dan cara manusia menghargai alam,” kata Syahru Boi, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, Orang Laut merupakan bagian penting dari identitas budaya Kepulauan Riau yang menyimpan banyak pengetahuan tradisional yang masih relevan hingga saat ini. Melalui film tersebut, tim produksi berharap dapat menjembatani budaya lokal dengan penonton yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga film ini bisa memperkenalkan kekayaan budaya Orang Laut Kepri dan menjadi pengingat bahwa banyak pengetahuan tradisional yang masih relevan untuk kita dengarkan hari ini,” ujarnya.

Proses produksi mengambil lokasi di sejumlah kawasan pesisir Bintan, termasuk Kawal dan Pantai Dugong. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan kuat dengan kehidupan masyarakat Orang Laut, mulai dari permukiman hingga bentang laut yang menjadi bagian dari keseharian mereka.

Selain melibatkan talenta lokal, film ini juga menghadirkan sejumlah aktor profesional. Karakter Ayah Samudra diperankan oleh Faiz Vishal, sedangkan peran Ibu Samudra dimainkan oleh Sabina Aksa.

Untuk menjaga keaslian cerita, tim produksi melakukan riset lapangan sejak April 2026 dengan berinteraksi langsung bersama masyarakat pesisir di Bintan. Pada pertengahan Juni, produser Syahru Boi bersama sutradara Boy Ista dan asisten sutradara Ejak kembali turun ke lapangan untuk melakukan survei lokasi, proses casting, dan workshop bagi para pemain.

“Dengan melibatkan warga lokal, kami ingin dunia yang ditampilkan terasa lebih hidup dan autentik. Anak-anak Bintan menjadi bagian penting dalam membawa cerita ini,” tutur Syahru.

Sementara itu, Asisten Produser Nindy mengungkapkan proses syuting dijadwalkan berlangsung pada awal Juli 2026. Produksi film ini juga mendapat dukungan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, Arief Sumarsono.

Menurut Nindy, tantangan terbesar dalam produksi berada pada faktor cuaca yang sulit diprediksi serta upaya menjaga keseimbangan antara keaslian budaya Orang Laut dengan kebutuhan dramatik sebuah film. **
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Film “Samudra di Atas Laut” Angkat Kehidupan Anak Orang Laut, Kenalkan Budaya Kepri ke Dunia

Terkini

Iklan