Investasi Batam Tembus Rp44 Triliun pada 2025, Lampaui Target dan Tumbuh 72,83 Persen

terkini

Iklan

Investasi Batam Tembus Rp44 Triliun pada 2025, Lampaui Target dan Tumbuh 72,83 Persen

Expossidiknews.com
23 Juni, 2026, 09.04 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-06-24T05:17:54Z
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Dok BP Batam)

BATAM I ESNews - Realisasi investasi di Batam sepanjang tahun 2025 mencatat pertumbuhan signifikan dan melampaui target yang telah ditetapkan. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), nilai investasi yang masuk ke Batam mencapai Rp44,01 triliun atau tumbuh 72,83 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp25,46 triliun.

Capaian tersebut juga melampaui target investasi tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp36,9 triliun. Sementara berdasarkan metode perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam melalui pendekatan bottom-up, total investasi yang terealisasi bahkan mencapai Rp69,30 triliun atau 115,50 persen dari target BP Batam sebesar Rp60 triliun.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai salah satu kawasan investasi unggulan di Indonesia.

“Data ini menunjukkan bahwa Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang kian menguat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa iklim investasi Batam terus membaik dan semakin kompetitif,” kata Amsakar, Senin (22/6/2026).

Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah pembenahan yang dilakukan secara konsisten, mulai dari penyederhanaan layanan investasi, reformasi regulasi, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.

Ia menilai pertumbuhan investasi menjadi indikator paling objektif dalam mengukur daya tarik suatu daerah. Meningkatnya investasi dari dalam maupun luar negeri menunjukkan pelaku usaha masih melihat Batam sebagai kawasan yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

“Ketika investasi terus tumbuh, baik dari dalam maupun luar negeri, itu berarti para pelaku usaha melihat peluang dan masa depan yang baik di Batam,” ujarnya.

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat pertumbuhan tertinggi. Sepanjang 2025, nilai PMDN mencapai Rp18,43 triliun atau naik 125,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,16 triliun.

Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) juga menunjukkan tren positif dengan nilai investasi mencapai Rp25,58 triliun atau meningkat 47,81 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp17,30 triliun. Singapura masih menjadi investor terbesar, disusul sejumlah negara mitra strategis lainnya.

Momentum pertumbuhan investasi berlanjut pada Triwulan I tahun 2026. Realisasi investasi periode Januari hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp17,4 triliun atau meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp8,8 triliun yang tumbuh 50,71 persen dan PMDN sebesar Rp8,5 triliun yang melonjak hingga 216,18 persen secara tahunan.

Lima negara penyumbang investasi terbesar pada Triwulan I 2026 berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Keberagaman asal investasi tersebut dinilai memperkuat ketahanan ekonomi Batam terhadap dinamika global.

Dari sisi sektor usaha, investasi didominasi industri bernilai tambah tinggi. Industri mesin dan elektronik menjadi sektor terbesar dengan kontribusi 23,65 persen, diikuti sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti sebesar 13,09 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bertumpu pada sektor properti, tetapi juga didorong sektor manufaktur, teknologi, dan industri produktif lainnya yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru.

Amsakar optimistis tren positif tersebut akan terus berlanjut seiring berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah. Salah satunya melalui perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

Melalui regulasi tersebut, cakupan wilayah KPBPB Batam bertambah dari delapan pulau menjadi 22 pulau dengan luas kawasan meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare.

Selain itu, BP Batam juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari jalan dan jembatan, pelabuhan, bandara, sistem penyediaan air minum, instalasi pengolahan air limbah, pengelolaan limbah B3, hingga fasilitas kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap investor yang datang memperoleh kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan sinergi tersebut, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Amsakar. (DN)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Investasi Batam Tembus Rp44 Triliun pada 2025, Lampaui Target dan Tumbuh 72,83 Persen

Terkini

Iklan