Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Sektor Digital dan Energi Jadi Motor Pertumbuhan

terkini

Iklan

Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Sektor Digital dan Energi Jadi Motor Pertumbuhan

Expossidiknews.com
11 Juni, 2026, 20.04 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-06-12T07:13:49Z
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Dok BP Batam)

BATAM | ESNews - Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencatat realisasi investasi sebesar Rp69,30 triliun sepanjang 2025, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun. Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam hingga 6,76 persen dan memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi yang terus dibangun di Batam, khususnya pada sektor digital dan energi berkelanjutan.

"Capaian ini bukan hanya angka. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistem yang sedang kami bangun di Batam," ujar Amsakar.

Berdasarkan data BP Batam, sektor jasa menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai realisasi mencapai Rp9,99 triliun. Sektor ini didominasi aktivitas digital dan teknologi informasi. Sementara itu, sektor industri mesin, elektronik, dan peralatan listrik menyumbang Rp6,08 triliun, disusul sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp5,80 triliun.

Khusus sektor digital, realisasi investasi sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp8,557 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa atau Nongsa Digital Park (NDP) yang menjadi pusat pengembangan teknologi, data center, dan ekonomi digital di Batam.

Menurut Amsakar, perkembangan data center dan infrastruktur digital di Batam menunjukkan tren investasi yang semakin kuat, didukung kemitraan internasional dan meningkatnya aktivitas ekonomi berbasis teknologi.

"Nongsa Digital Park menjadi indikator awal yang positif karena menunjukkan adanya minat investasi, kemitraan lintas negara, serta tumbuhnya aktivitas di bidang data center, pengembangan teknologi, dan ekonomi digital," katanya.

Pada triwulan IV 2025, KEK Nongsa tercatat menyerap 836 tenaga kerja. Selain memberikan dampak langsung terhadap lapangan pekerjaan, investasi digital juga mendorong pertumbuhan sektor pendukung lainnya melalui rantai pasok dan layanan jasa.

Investasi di sektor digital Batam tidak hanya berasal dari Singapura. Sejumlah negara seperti Hong Kong, Amerika Serikat, dan Malaysia juga tercatat aktif menanamkan modalnya di kawasan tersebut.

Amsakar menilai daya tarik Batam bagi investor berasal dari kombinasi sejumlah faktor strategis, mulai dari kedekatan geografis dengan Singapura, konektivitas yang baik, hingga kemudahan membangun operasional bisnis lintas negara.

Di sisi lain, BP Batam juga memperkuat pengembangan energi berkelanjutan guna mendukung kebutuhan industri digital yang terus meningkat. Tingginya investasi pada sektor listrik, gas, dan air menjadi indikasi bahwa ketersediaan energi yang andal dan ramah lingkungan menjadi perhatian utama investor.

Untuk itu, BP Batam mendorong pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan berbagai sumber energi hijau lainnya sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan yang berkelanjutan.

Amsakar menegaskan, transformasi digital yang berlangsung di Batam harus berjalan seiring dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Integrasi energi terbarukan menjadi bagian dari upaya memenuhi standar Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi salah satu pertimbangan utama investor global.

"Transformasi digital kita nyata. Kami berkomitmen menjadikan Batam sebagai lokasi investasi yang kompetitif, terukur, dan investor-friendly, khususnya untuk sektor digital yang berkelanjutan," tegasnya.

Terkait berkembangnya Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ), Amsakar menilai Batam tidak berada dalam posisi bersaing secara langsung. Sebaliknya, kawasan tersebut dinilai dapat saling melengkapi dalam membangun koridor ekonomi digital dan industri di kawasan regional.

Selain mendorong investasi, BP Batam juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan digital di Nongsa Digital Park, seperti Apple Academy, IBM Hybrid Cloud Academy, RMIT University, dan Epic Games.

BP Batam juga meluncurkan platform digital MANTAB pada Desember 2025 untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja industri dengan ketersediaan sumber daya manusia secara lebih cepat dan terintegrasi.

Melalui penguatan sektor digital, energi hijau, dan pengembangan SDM, BP Batam optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan investasi sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital dan industri berkelanjutan di kawasan regional. (DN)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Sektor Digital dan Energi Jadi Motor Pertumbuhan

Terkini

Iklan