Jalur Gelap Ekspedisi Ilegal, dari Ruko Top 100 Tembesi hingga ke Pelabuhan Tikus Sembulang

terkini

Iklan

Jalur Gelap Ekspedisi Ilegal, dari Ruko Top 100 Tembesi hingga ke Pelabuhan Tikus Sembulang

Expossidiknews.com
13 Juni, 2026, 17.24 WIB. Dibaca: kali Last Updated 2026-06-13T10:24:36Z
Potret salah satu Ruko di kawasan Top 100 Tembesi, Kota Batam. Tampak 1 unit Truk Box meninggalkan lokasi usai muat barang ekpedisi, Sabtu (13/6/2026). (Foto: WL)

BATAM I ESNews - Di tengah deretan bangunan komersial kawasan Top 100 Tembesi, Kota Batam, ada satu ruko yang memancing curiga. Tidak ada plang nama perusahaan, tidak ada logo korporat, namun aktivitas di dalamnya seolah tak pernah mati. Dari balik pintu besi ruko anonim inilah, sebuah operasi senyap pengiriman barang diduga kuat dijalankan setiap harinya.

Berdasarkan pantauan lapangan, ruko ini adalah jantung dari sebuah aktivitas bongkar muat paket ekspedisi yang sangat masif. Namun, alih-alih beroperasi layaknya perusahaan logistik resmi pada siang hari, denyut nadi sebenarnya dari ruko ini justru baru berdetak kencang ketika warga Batam mulai terlelap.

Operasi "Kelelawar" di Tengah Malam

Menariknya, para pelaku seolah sengaja menghindari pantauan publik. Aktivitas pengangkutan barang yang paling sibuk justru terjadi pada jam-jam yang tidak lazim, yakni dimulai tepat tengah malam pukul 24.00 WIB dan baru berakhir jelang subuh pukul 04.00 WIB.

Sedikitnya ada empat unit armada yang tertangkap radar observasi terus keluar-masuk membelah kegelapan malam. Di antaranya yang paling mencolok adalah sebuah mobil boks berwarna putih dengan nomor polisi BP 817* EF, serta sebuah truk kuning bernopol BP 841* BY yang bagian belakangnya ditutup rapat menggunakan terpal hitam legam seolah menyembunyikan muatan rahasia dari intipan mata yang melintas.

Jejak Gelap Menuju Pelabuhan Tikus

Lantas, ke mana muatan misterius itu dibawa pergi?

Sebuah sumber anonim yang mengetahui seluk-beluk operasi ini akhirnya buka suara. Kepada kami, ia membongkar rute gelap yang selama ini menjadi jalur sutra bagi sindikat ekspedisi tersebut.

"Barang-barang paket itu dikirim ke wilayah Tanjung Pinang dan Riau secara ilegal," bisik sumber tersebut pada Sabtu (13/6/2026).

Penelusuran lebih jauh menyingkap fakta yang lebih mengejutkan. Truk-truk pembawa muatan dari ruko Tembesi tersebut diduga kuat melaju membelah malam menuju kawasan Pelabuhan Dapur 6, Sembulang. Wilayah ini berdekatan dengan area Jembatan 5 Barelang, sebuah titik yang strategis namun jauh dari keramaian.

Di sana, di sebuah "pelabuhan tikus" yang jauh dari pantauan otoritas resmi, barang-barang tersebut dipindahkan ke jalur laut. Sebuah speedboat yang diidentifikasi dengan nama "LF" telah bersandar, siap membelah gelombang untuk menyelundupkan ribuan paket tersebut menuju Tanjung Pinang dan daratan Riau tanpa dokumen bermanifes resmi.

Aktivitas di ruko tanpa nama, jam operasional layaknya kelelawar, hingga jalur distribusi yang berujung di pelabuhan tikus, meninggalkan sebuah tanda tanya besar: Siapa dalang di balik operasi ekspedisi gelap bernilai besar yang berani bermain di bawah hidung penegak hukum ini?

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Bea Cukai Batam terkait aktivitas di Ruko tersebut. (WL)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jalur Gelap Ekspedisi Ilegal, dari Ruko Top 100 Tembesi hingga ke Pelabuhan Tikus Sembulang

Terkini

Iklan